Follow by Email

Selasa, 13 Maret 2012

MATA-MATA INDAH


Manusia melakukan reproduksi secara seksual. Reproduksi seksual pada manusia melibatkan alat reproduksi laki-laki dan perempuan.

1.      Alat Reproduksi Laki-laki
Alat reproduksi laki-laki terdiri dari testes (tunggal=testis), epididmis, vas deferens, uretra, dan penis. Pada alat reproduksi laki-laki juga terdapat kelenjer seks, yaitu vesikula seminalis, kelenjer prostat, dan kelenjer cowper’s. perhatikan alat reproduksi laki-laki pada gambar 2.1.
Gambar 2.1 Alat-alat pada sistem reproduksi laki-laki
Sumber : Daniel Lucy, 1995

Laki-laki memiliki sepasang testes. Masing-mansing testes mengandung saluran-saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus menghasilkan gamet yang disebut sperma. Pada saat embrio, testes dibentuk di dalam rongga perut laki-laki. Setelah seorang laki-laki dilahirkan, tester turun ke dalam skrotum. Srotum merupakan kulit pelindung testes yang berada di luar tubuh.
Sperma testes bergerak menuju epididimis. Di dalam epididimis inilah sperma di simpan. Dari epididimis, sperma manuju vas deferens, dan selanjutnya menuju uretra. Vas deferens merupakan salurang yang menghubungkan testes dengan uretra. Dalam perjalanan menuju uretra, sperma bercampur dengan larutan yang dihasilkan oleh vesikul seminalis, kelenjer prostat, dan kelenjer cowper’s. sperma dan larutan ini disebut semen. Semen selanjutnya menuju ke penis untuk dikeluarkan.
Penis merupakan organ kopulasi pada laki-laki. Fungsinya untuk memasukkan sperma ke dalam lat reproduksi perempuan. Penis diselimuti leh kulit tipis. Kulit inilah yang di operasi pada saat laki di dikhitan.

2.      Alat Reproduksi Perempuan
Alat reproduksi perempuan terdiri dari ovarium, oviduk (saluran telur), uterus (rahim), serviks (leher rahir), dan vagina. Alat reproduksi perempuan berbentuk sedimikian rupauntuk menghasilkan ovum, menerima sperma, menyediakan kondisi yang cocok untuk terjadinya pembuahan, dan penyediaan tempat untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio. Perhatikan alat reproduksi pada perempuan pada gambar 2.2.
Gambar 2.2 Alat-alat pada sistem reproduksi wanita.
Sumber : Daniel Lucy, 1995

Perempuan memiliki sepasang ovarium. Ovarium terletak di dalam rongga perut. Ovarium menghasilkan gamet yang disebut sel telur (ovum). Setiap 28 hari, satu sel telur dikeluarkan dari dalam ovarium. Keluarnya sel telur dari ovum di sebut ovulasi. Selanjutnya sel telur menuju ovum. Di dalam oviduk inilah terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma.
            Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Uterus berfungsi sebagai pelindung dan tempat pertumbuhan serta perkembangan embrio. Bagian dasar uterus disebut serviks (leher rahim). Serviks menghubungkan uterus dengan vagina. Vagina merupakan saluran yang menghubungkan uterus dengan tubuh bagian luar. Vagina berfungsi sebagai jalan keluar bayi ketika dilahirkan.

3.      Pembentukan Sel Kelamin
proses pembentukan sel kelamin pada manusia juga terjadi pada hewan. Pembentukan sel kelamin berupa pembentukan sel kelamin laki-laki (sel kelamin jantan pada hewan) atau sperma dan pembentukan sel kelamin perempuan (sel kelamin betina pada hewan) atau ovum.
Pembentukan sperma. Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis. Perhatikan gambar 2.3.
Spermatogesis terjadi didalam testis. Didalam testis terdapat sel kelamin pemula yang disebut sel spermatogenium. Spermatogenium bersifat diploid (2n) atau jumlah kromosom rangkap dua. Setelah individu mencapai masa untuk berkembang biak, sel spermatogonium didalam testis akan membelah membelah diri berulang-ulangsecara mitosis. Pembelahan mitosis yang berulang-ulang akan mengahasilkan lebih banyaksel spermatogonium. Sel spermatogonium mempunyai sifat selalu membelah diri.
            Sebagian spermatogonium akan membelah diri kembali, dan sebian berkembang menjadi sel yang lebih besar. Sel yang lebih besar ini disebut spermatosis primer. Kemudian,sel spermatosit primer membelah diri secara meosis menghasilkan spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder membelah secara meosis menghasilkan empat sel spermatid. Masing-masing spermatid memiliki ukuran sama besar. Sel spermatid memiliki jumlah kromosom yang haploid (n) atau rangkap satu. Kemudian, spermatid berdiferensiasi menjadi sel kelamin laki-laki yang masak (dewasa). Sel kelamin laki-laki yang sudah masak ini disebut sperma.

Pembentukan sel telur (ovarium). Proses pembentukan sel (ovarium) disebut oogenesis. Perhatikan gambar 2.4.
SENSOR
Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan, 1997
Gambar 9.6 Proses oogenesis
Oogenesis terjadi di ovarium. Di dalam ovarium terdapat banyak sel oogonium. oogonium merupakan sel pemula dari sel telur (ovarium). Sel oogonium bersifat diploid (2n).
            Oogonium akan membelah diri secara mitosis sehingga terbentuk lebih banyak  oogonium. Ooganium akan berkembang menjadi oosit primer. Selanjutnya, oosit primer membelah secara meosis menghasilkan oosit sekunder dan badan kutub pertama. Oosit sekunder bentuknya lebih besar, mengandung kuning telur, dan sitoplasma. Badan kutub pertama merupakan sel kecil yang terdiri dari inti. Badan kutub pertama akan membelah menjadi dua sel.
            Selanjutnya, oosit sekunder membelah secara mieosis, menjadi dua sel yang tidak sama besar. Sel yang besar disebut ootid. ootid bersifat haploid (n). sel yang kecil disebut badan kutub kedua (secondary polar body). Oosit kemudian berkembang menjadi sel telur (ovum) yang haploid (n), sedangkan tiga badan kutub yang kecil diserap kembali. Jadi, pada oogenesis setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel telur saja. Sel telur inilah yang akan dibuahi sperma pada saat pembuahan.



4.      Perbedaan Sperma dan Sel Telur
Sperma dan sel telur memiliki morfologi yang berbeda. Struktur sperma Lihat Gambar 2.5.
Gambar 2.5 Struktur sperma manusia
Sumber: Biologi. Campbell, 2003

Sebuah sperma manusia memilki panjang 0,06 milimeter (60┬Ám). Sedangkan sel telur memilki diameter 0,1 milimeter dan empat puluh kali lebih besar dari pada kepala sperma. Nukleus sel telur lebih besar daripada nukleus sperma, meskipun keduanya mengandung jumlah kromosomyang sama. Dalam satu tetes semen mengandung kurang lebih 200 sampai 500 juta sperma. Sedangkan sel telur hanya dihasilkan satu buah dalam setiap ovulasi.
            Sperma merupakan sel yang motil (aktif bergerak). Sperma terdiri dari kepala, tubuh, dan ekor (atau flagel). Ekor atau flagel yang panjang memungkinkan sperma berenang dan bergerak. Sementara sel telur tidak aktif bergerak dan tidak memiliki alat bergerak.

5.      Pembuahan dan Perkembangan Embrio
            Pembuahan dapat terjadi jika d idalam oviduk terdapat sel telur yang sudah masak dan ada sperma yang dapat mencapai sel telur. Berjuta-juta sperma dapat mencapai sel telur, namun hanya satu yang dapat membuahi sel telur. Jika sudah ada satu sperma yang berhasil membuahi sel telur, membran yang melapisi sel telur akan mencegah sperma lain membuahhi sel telur. Lihat Gambar 2.6.
Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan, 1997
Gambar 2.6 Sperma yang sedang membuahi ovum

Sel telur yang telah bersatu dengan sperma membentuk zigot. Selanjutnya zigot bergerak di dalam oviduk menuju uterus sambil melakukan pembelahan sel secara mitosis. Zigot yang membelah dan mencapai uterus disebut embrio. Embrio akan tertanam di dalam dinding uterus.
Proses tertanamnya embrio di dalam dinding uterus di sebut implantasi. Embrio dikelilingi oleh struktur seperti jari yang di sebut villi. Permukaan villi saling berkaitan membentuk suatu struktur yang di sebut plasenta. Plasenta memilki beberapa fungsi, yaitu:
·         Sebagai jalan pemberian sari makanan dari ibu ke janin.
·         Sebagai jalan pembuangan sisa-sisa metabolisme dari janin ke ibu.
·         Melindungi dari penyakit dan racun tertentu.
·         Mencegah bahan kimia masuk ke dalam tubuh janin.
·         Sebagai jalan pemberian antibodi dari tubuh ibu ke janin agar janin terhindar dari penyakit.

Setelah beberapa minggu, embrio tumbuh dan berkembang dan disebut janin (fetus). Janin melekat pada plasenta dan dihubungkan oleh tali pusar. Janin juga di lindungi oleh rongga amnion yang di dalamnya terdapat cairan amnion (kutuban). Amnion berfungsi untuk melindungi janin dari umur satu bulan sampai sembilan bulan. Perhatikan gambar 2.7 perkembangan janin


Perkembangan janin



A n g g o t a
gerak embrio
yang sudah
terlihat.
Semua organ-organ
tubuh
utama sudah
terbentuk
Rahim membesar
untuk menyediakan
tempat bagi bayi
yang tumbuh.
Bayi yang terletak
terbalik dengan
kepala di bawah ke
posisi kelahiran
O r g a n - o r g a n
bayi siap untuk
hidup di luar
tubuh ibu

Gambar 10.5 Perkembangan janin
Sumber: Jendela Iptek Jilid 9, 2001 : 44 – 45

1)   Dua Bulan
Bayi lebih kecil daripada
kacang kenari, dan kaki-kaki
serta jari-jari kecil tumbuh.
Kehamilan telah terjadi.

2 ) Tiga Bulan
Lebih kurang panjangnya 70
mm, bayi dapat menggerakkan
kepala dan anggota gerak. Sang ibu belum dapat merasakannya

3)   Lima Bulan
Bayi panjangnya 25 cm dan
memberikan reaksi terhadap
suara keras dengan cara
menendang dan menggeliat.

4)   Tujuh Bulan
Bayi sekarang panjangnya lebih kurang 40 cm dan terimpit di dalam rahim. Bayi cenderung meletakkan kepalanya di bawah, suatu posisi untuk melahirkan.
Perut ibu menggelembung.

5)   Sembilan Bulan
Pada model anatomi dari abad
ke-18 ini, bayi sudah
berkembang secara utuh dan
lengkap dan siap untuk
dilahirkan. Beratnya lebih
kurang 3-4 kg dan panjangnya 50 cm





6.      Penyakit yang Berhubungan dengan
Sistem Reproduksi pada Manusia
1.      AIDS
AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. Acqired artinys diperoleh, jadi bukan merupakan penyakit keturunan. Immuno berarti sistem kekebalan tubuh. Deficiency artinya kekurangan. Syndrome berarti kumpulan gejala. AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Jadi, AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang di sebabkan oleh virus yang disebut HIV. HIV menyerang salah satu jenis sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Lihat Gambar 2.9.

Cara penularan penyakit AIDS. Penularan penyakit AIDS melalui cairan tubuh penderita. Seseorang dapat tertular AIDS (terinfeksi virus HIV) antara lain sebagai berikut:
·         Melalui kontak hubungan badan (hubungan seksual) dengan seseorang penderita yang telah terinfeksi HIV.
·         Melalui jarum suntuk atau alat tusuk lain yang telah dipakai atau bekas dipakai orang yang terinfeksi HIV.
·         Melalui tranfusi darah yang tecemar HIV.
·         Melalui ibu hamil yang terinfeksi Hiv kepada bayi yang dikandungnya.

Gejala pengalit AIDS. Pada tahap awal, seorang yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala dan mungkin sampai bertahun-tahun. Setelah infeksi pada tahap pertengahan, seorang penderita akan menunjukkan gejala seperti flu yang berulang-ulang yaitu lesu, demam, berkeringat malam hari tanpa sebab, otot sakit, batuk, pembesaran kelenjer limfe, dan infeksi mulut (sariawan) berulang-ulang. Pada tahap akhir, berat badan penderita menurun dengan cepat, diare kronik, sesak napas (infeksi paru-paru), bintik-bintik atau bisul berwarna merah, yang akhirnya menyebabkan kematian.

Cara pencegahan penyakit AIDS. Cara pencegahan terhadap pencegahan AIDS yaitu menhindari infeksi oleh HIV, antara laen dengan cara sebagai berikut:
·         Setia pada pasangan.
·         Hindari penggunaan jarum suntik bersama-sama.
·         Bila ingin menggunakan alat tusuk seperti akupuntur, tato, melubangi telinga, dan sebagainya pstikan bahwa alat-alat yang dipakai telah disucihama.
·         Bila ingin melakukan tranfusi darah, pstikan bahwa darah tidak tercemar HIV.


2.      Gonorea
 Gonorea adalah penyakit kelamin yang disebabkan leh infeksi bakteri neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini merupakan penyakit yang di tularkan melalui hubungan badan dan sangat menular.
Gejala gonorea pada laki-laki dan perempun agak berbeda. Pada perempuan, penderita biasanya tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Sedangkan pada laki-laki, umumnya menunjukkan gejala seperti keluarnya nanah dari uretra dan terasa nyeri sewaktu buang air kecil. Penyakit ini dapat menyebabkan kompliasi. Penyebaran infeksi ke buah zakar (testis) pada laki-laki dan saluran telur (oviduk) pada wanita menyebabkan kemandulan. Penyebaran infeksi ke persendian menyebabkan radang sendi (arthritis). Bayi yang bau lahir dari penderi gonorea jika tidak di obati dadat terkena kebutaan. Penderita ini dapat diobati dengan antibiotik.

3.      Sifilis (raja singa)
Penyakit sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Seperti halnya pada gonorea, sifilis juga merupakan penyakit penularan melalui hubungan badan. Bayi yang lahir dari perempuan yang terinfeksi bisa dilahirkan dengan penyakit sifilis bawaan.
Gejala penyakit ini ada tiga tahap. Tahap pertama, timbul bisul yang tidak sakit di bagian penis pada laki-lakiatau didalam rahim pada perempuan. Pada tahap ini bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Tahap kedua, terdapat lesi yang tidak gatal dipermukan kulit seluruh tubuh, sariawan dimulut, demam ringan, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjer limfe pada lipatan paha, tangan, atau lejer. Seringkali gejala-gejala tersebut akan hilang sendiri. Tahap ketiga (tahap lanjut), penyebab kerusakan tulang dan sendi, kerusakan aorta, dan dapat menderita kelumpuhan. Tetapi dengan pengobatan, gejala-gejala ini bisa dihentikan prosesnya. Penobatan antibiotik hanya mudah pada tahap pertama dan kedua.

                               MOHON MAAF GAMBAR GAK DITAMPILKAN.........